Rabu, 24 April 2013

ltp



IDENTITAS BUKU Judul Buku : Belajar dan Pembelajaran 2 Pengarang : Sucianti, dkk Penerbit : UNIVERSITAS TERBUKA, Jakarta Tahun Terbit : 2007 Jumlah Halaman : 218 Halaman
            Dasar-dasar pengembangan kurikulum yaitu : Asas filosofis, berkenaan dengan filsafat dan tujuan pendidikan Asas psikologis, berkenaan dengan psikologi belajar dan psikologi anak Asas sosiologis, berkenaan dengan keadaan sosial budaya masyarakat Asas organisator, berkenaan dengan bentuk organisasi kurikulum. Prinsip-prinsip dalam mengembangkan kurikulum anatara lain : Berorientasi pada tujuan, Kontinuitas, Fleksibilitas, dan Integritas. Lima hal yang harus dilakukan guru dalam mengembangkan kurikulum pada tingkat operasional adalah : Mengembangkan Tujuan Instruksional Khusus atau Tujuan Pembelajaran khusus, Mengembangklan cara/alat evaluasi, Merumuskan masalah, Menentukan bentuk kegiatan pembelajaran Melaksanakan program
            Pada dasarnya semua orang cerdas, tergantung pada jenis intelegensi mana mereka mengasah kecerdasannya, karena semua orang memiliki struktur otak yang sama. Setiap jenis intelegensi tidak berdirii sendiri. Setiap jenis kecerdasan saling terkait satu sama lain. Kecerdasan adalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Kecerdasan dapat ditingkatkan dengan cara belajar yang mengembangkan kemampuannya secara penuh.
 Cara baru dalam melihat kecerdasan adalah dengan mengidentifikasi pendekatan yang dilakukan dalam mempelajari isi/materi/subjek pelajaran. Jika orang mampu menggunakan intelegensi.kecerdasannya yang paling kuat maka mereka akan menemukan bahwa belajar itu mudah dan menyenagkan. Orang yang seperti ini yang dikatakan cerdas. Prinsip kerja otak sama edengan prinsip kerja otot. Semakin banyak dilatih, semakin berkembang, semakin sedikit dilatih, semakin lemah kemampuannya.
             Dalam proses pembelajaran motivasi belajar siswa dapat dianalogikan sebagai bahan bakar untuk menggerakan mesin. Motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu kuat justru dapat berpengaruh negatif terhadap keefektifan belajar siswa. Peran guru sangat penting untuk mengelola motivasi belajar siswa dan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar yang didasarkan pada pengenalan guru kepada siswa secar individual.
             Berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi dapat dijelaskan dengan menggunakan berbagai teori diantaranya : Maslow dengan hierarki kebutuhannya, kebutuhan untuk berprestasi, teori atribusi dan model ARCS. Berbagai faktor yang dijelaskan perlu dipahami dan dipertimbangkan dalam merancang kegiatan pembelajaran. Usaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa memerlukan kondisi tertentu yang mengedepankan keterlibatan dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Sejauh mungkin siswa perlu didorong untuk mampu menata belajarnya sendiri. Disamping itu, keterlibatan orang tua dalam belajar siswa perlu diusahakan, baik berupa perhatian dan bimbingan kepada anak di rumah maupun partisipasi secara individual dan kolektif terhadap sekolah dan sebagainya
Belajar melalui pengalaman mengacu pada proses belajar yang melibatkan siswa secara langsung dalam masalah atau materi yang sedang dipelajari. Berdasarkan konsep belajar melalui pengalaman, segala aktivitas kehidupan yang dialami individu merupakan sarana belajar yang dapat menciftakan ilmu pengetahuan.
 Model “Action Research and Laboratory Training” yang dikemukakan oleh Lewin mengemukakan bahwa belajar, perubahan, dan pertumbuhan terjadi melalui penghayatam pengalaman sekarang-dan-di sini, yang diikuti oleh pengumpulan data dan observasi terhadap pengalaman serta analisis data. Hasil dari analisis data inilah yang digunakan untuk memperbaiki pengetahuan dan memilih pengalaman baru. Piaget mengemukakan bahwa belajar merupakan siklus interaksi antara individu dengan lingkungan dengan unsur pokok terletak pada interaksi yang menguntungkan antara proses akomodasi konsep terhadap pengalaman nyata dengan proses amilisasi pengalaman terhadap konsep yang dimiliki.
            Proses belajar melalui pengalaman mencakup 4 modus belajar adaptif, yaitu pengalaman konkret, observasi reflektif, koseptualisasi abstrak dan eksperimen aktif. Dalam keempat modus belajar tersebut terdapat dua dimensi yang berbeda, yaitu penangkapan atau pemahaman pengalaman dan pengubahan atau pengolahan pengalaman. Empat bentuk pengetahuan yang dihasilkan dari keempat modus belajar dengan dua dimensi tersebut adalah pengetahuan divergen, asimilatif, konvergen dan akomodatif. Karakteristik belajar melalui pengalaman adalah sebagai berikut : Belajar lebih dipersepsikan sebagai proses bukan hasil Belajar adalah suatu proses yang berkesinambungan yang berpijak pada pengalaman, Proses belajar menuntut penyelesaian antara modus-modus dasar untuk beradaptasi dengan lingkungan, Belajar merupakan proses adaptasi terhadap dunia luar secara utuh Belajar merupakan transaksi antara individu dengan lingkungan Belajar merupakan proses menciftakan ilmu pengetahuan.
Keadaan lingkungan fisik dan psiko-sosial sangat berpengaruh terhadap terciftanya proses pembelajaran yang efektif. Lingkungan fisik kelas yang mempengaruhi lancarnya pembelajaran adalah tatanan ruangan kelas dan isinya. Dalam menata ruang kelas guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip keleluasaan pandangan, kemudahan dalam mencapai, keluwesan, kenyamanan dan keindahan. Perilaku guru yang dapat menunjang terciftanya hubungan antarsiswa yang baik di kelas antara lain adalah disukai oleh siswa, memiliki persepsi yang realistik tentang dirinya dan siswanya, akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa, bersikap positif terhadap pertanyaan atau pendapat siswa, serta sabar, teguh dan tegas.
 Dalam kegiatan pembelajaran guru dituntut untuk berperan sebagai pengajar dan sekaligus sebagai manajer. Kedua peran itu saling berkaitan. Sebagai pengajar, guru dituntut untuk menciftakan kegiatan pemebelajaran yang memungkinkan siswa mencapai tujuan pembeljaran secara optimal. Untuk dapat melakukan perannya sebagai pengajar, guru harus : Memiliki informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran, Mampu menyampaikan informasi dengan tepat Mampu mengarahkan kegiatan pembelajaran Mampu menilai keberhasilan pembelajaran Mampu membantu siswa mengatasi masalah yang dihadapinya Mampu mengatur dan memonitor pelaksanaan pembelajaran
             Sebagai manajer, guru dituntut untuk menciftakan situasi kelas yang kondusif bagi pembelajaran sehingga siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Agar siswa termotivasi untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, guru hendaknya : Menunjukan sikap positif terhadap siswa Memberikan tugas yang ermakna, menarik bagi siswa Menunjukan semangat belajar Menerapkan disiplin secara fleksibel Memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan kelonpok Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan self-evaluation Memberikan balikan positif terhadap hasil kerja siswa Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh kebanggaan dari hasil kerjanya. Keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan guru dalam melakukan kedua peran tersebut secara utuh.
             Salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa yang dapat dimanipulasi guru adalah lingkungan belajar. Dengan menata lingkungan belajar guru dapat menciftakan pembelajaran yang kondusif sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lingkungan belajar yang bersih dan rapi akan membuat guru mengajar dengan tenang dan menyenangkan. Hal ini juga berpengaruh terhadap proses belajar siswa, siswa akan belajar dengan tenang dan nyaman.
            Kegiatan remedial kegiatan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.Tujuan kegiatan remedial ialah membantu siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum yang berlaku. Fungsi kegiatan remedial dalah : Memperbaiki cara belajar siswa dan cara mengajar guru Meningkatkan pemahaman guru dan siswa terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya, Menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa Mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, Membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek sosila-pribadi. Kegiatan remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu sisws yang disuga akan mengalami kesulitan; setelah kegiatan pembeljaran biasa untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar; atau selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
             Dalam melaksanakan kegiatan remedial guru dapat menerapkan berbagai metode dan media sesuai dengan kesulitan yang dihadapi dan tingkat kemampuan siswa serta menekankan pada segi kekuatan yang dimiliki siswa. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah : Analisis hasil diagnosis kesulitan belajar Menemukan penyebab kesulitan Menyusun rencana kegiatan remedial Melaksanakan kegiatan remedial Menilai kegiatan remedial.
             Kegiatan pengayaan adalah kegiatan yang diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya. Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang optimal. Tugas yang dapat diberikan guru pada siswa yang mengikuti kegiatan pengayaan diantaranya adalah memberikan kesempatan menjadi tutor sebaya, mengembangkan latihan praktis dari materi yang sedang dibahas, membuat hasil karya, melakukan suatu proyek, membahas masalah. Dalam memilih dan melaksanakan kegiatan pengayaan, guru harus memperhatikan : Faktor siswa, baik faktor minat maupun faktor psikologis lainnya, Faktor manfaat edukatif, Faktor waktu
KEKUATAN ISI BUKU :
1.      Secara rinci menjelaskan urutan kegiatan pembelajaran mulai dari pengembangan kurikulum samapai ke penilaian kegiatan pembelajaranMenjelaskan cara-cara mengajar karena pada hakekatnya semua orang memiliki kecerdasan ganda
2.      Secara jelas memuat adanyarangkaian kegiatan pembelajarn serta pemberian motivasi
3.      Menjelaskan pencapaian pembelajaran yang optimal dari peranan lingkungan dan guru.
4.      Memuat cara-cara perbaikan pembelajaran
Jika dibandingkan dengan buku Teori belajar dan pembelajaran karangan Prof.Dr.Abdul Hamid K.M.Pd
Yaitu pada buku tersebut memuat banyak teori belajar dan pembelajaran membagi secara umum anatara lain :
1.      Teori belajar behaviorisme
2.      Teori belajar kognitifisme
3.      Teori belajar humanistic
4.      Teori belajar sibernetik
Pada buku itu juga dijelaskan teori pembelajaran,tori hirarki belajar,konsep dan stategi pembelajaran sampai pada hasil pembelajaran.
KELEMAHAN BUKU
1.       Belajar dan Pembelajaran (Sucianti, dkk)
·         Buku hanya kurang didukung dengan teori dan langkah efektifitas pembelajaran
·         Tidak adanya perbedaan yang jelas antara pengertian belajar dan pembelajaran
·         Dalam pebelajaran cenderung hanya memuat kegiatan semata
2.       Teori belajar dan pembelajaran (Prof.Dr.Abdul Hamid K.Mpd)
·         Spasi tulisan buku yang terlalu rapat
·         Isi buku yang terlalu meluas dankurang focus
KESIMPULAN :
Isi kedua buku sama-sama member penjelasan bagaimana seorang guru dalam menjalani kegiatan pembelajaran. Dari kegiatan diagnosis kesulitan belajar, guru akan menemukan siswa yang lambat dalam belajar dan siswa yang cepat dalam belajar. Untuk membantu siswa yang lambat belajar, guru merancang dan melaksanakan kegiatan remedial. Sedangkan bagi siswa yang cepat dalam belajar, guru hendaknya merancang dan melaksanakan kegiatan pengayaan. Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Motivasi tidak saja berpengaruh terhadap hasil belajar, tetapi juga terhadap proses belajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan terlihat aktif dalam pembelajaran sehingga akan mencapai hasil belajar yang optimal. Demikian pula siswa yang memiliki motivasi yang tinggi untuk terlibat dalam proses belajar selanjutnya.