Identifikasilah masalah yang dapat dikaji untuk penelitian tesis dari setiap kawasan Teknologi Pendidikan ( kawasan : desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan kawasan evaluasi ). Masing-masing kawasan ada tiga masalah yang teridentifikasi.
Jawab :
Kawasan Teknologi Pendidikan :
a. Kawasan Desain
Pada kawasan desain meliputi 4 cakupan yaitu : desain sistem pembelajaran, desain pesan, strategi pembelajaran dan karakteristik pebelajar. Pada kawasan ini identifikasi masalah yang dapat dikaji adalah tentang :
Ø Desain sistem pembelajaran adalah prosedur yang terorganisasi yang meliputi langkah-langkah penganalisaan, perancangan, pengembangan, pengaplikasian dan penilaian pembelajaran.
Ø Desain pesan, meliputi perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan.
Ø Strategi pembelajaran, adalah spesifikasi untuk menyeleksi serta mengurutkan peristiwa belajar / kegiatan pembelajaran dalam suatu pelajaran.
Ø Karakteristik pebelajar, adalah segi-segi latar belakang pengalaman belajar yang berpengaruh terhadap efektifitas proses belajarnya.
b. Kawasan Pengembangan
Pada kawasan pengembangan, masalah yang dapat diidentifikasi adalah :
Ø Teknologi audiovisual, merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan yang menggunakan peralatan.
Ø Teknologi berbasis komputer, merupakan cara-cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada prosesor.
Ø Teknologi cetak, adalah cara untuk memproduksi/menyampaikan bahan.
Ø Teknologi terpadu, merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan komputer
c. Kawasan Pemanfaatan
Sabtu, 12 Oktober 2013
jawaban mid psb
1.Sesuai
fakta atau realita ,banyak media pembelajaran yang dapat digunakan untuk
memudahkan mahasiswa belajar tetapi
tidak satupun dapat disebut paling efektof.kenapa bisa seperti itu?
Jawaban:
Tidak satupun media disebut paling
efektif karena dalam pembelajaran sebaiknya digunakan pengkombinasian dari
media sesuai dengan materi dan kondisi pada saat proses belajar mengajar.
Media dalam
pembelajaran
yang seharusnya dipilih dapat dilihat dari tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai serta materi pembelajaran yang diajarkan. Bila guru hanya menginginkan
siswa mengetahui posisi matahari, bumi, dan bulan yang segaris, maka media
pembelajaran berupa gambar mungkin akan lebih mudah dipahami siswa. Tetapi jika
guru ingin siswa mengetahui proses terjadinya gerhana, maka model peredaran matahari,
bumi dan bulan lebih baik untuk digunakan.
Selain itu makna efektivitas juga berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan saat sebuah media pembelajaran dipilih untuk digunakan. Guru bisa mempertimbangkan, apakah biaya yang digunakan untuk menggunakan media pembelajaran tertentu sebanding dengan hasil pembelajaran yang akan diperoleh siswa.
Selain itu makna efektivitas juga berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan saat sebuah media pembelajaran dipilih untuk digunakan. Guru bisa mempertimbangkan, apakah biaya yang digunakan untuk menggunakan media pembelajaran tertentu sebanding dengan hasil pembelajaran yang akan diperoleh siswa.
Media pembelajaran juga harus
dipilih berdasarkan prinsip taraf berpikir siswa. Benda-benda yang bersifat
konkret lebih baik digunakan sebagai media pembelajaran bila dibandingkan media
yang lebih abstrak. Demikian pula media pembelajaran yang kompleks dari segi
struktur atau tampilan akan lebih sulit dipahami dibanding media pembelajaran
yang sederhana. Contoh media
pembelajaran di SD untuk struktur organ-organ dalam tubuh manusia
haruslah tidak serumit media pembelajaran untuk siswa SMP dan SMA. Media
pembelajaran yang sering digunakan untuk materi ini misalnya torso (model 3
dimensi) atau gambar. Walaupun sama-sama menggunakan gambar atau torso, tetapi
tingkat kerumitan (kompleksitas) gambar dan torso harus dibedakan. Media
pembelajaran di SD tentunya tidak boleh serinci media pembelajaran untuk siswa SMP dan SMA.
Jika tingkat kerumitan dan kompleksitas media pembelajaran tidak disesuaikan dengan taraf berpikir siswa maka bisa berakibat siswa bukannya makin mudah memahami, alih-alih semakin bingung dan tidak fokus pada tujuan dan materi pembelajaran hingga tidak dapat memperoleh hasil pembelajaran yang diharapkan.
Jika tingkat kerumitan dan kompleksitas media pembelajaran tidak disesuaikan dengan taraf berpikir siswa maka bisa berakibat siswa bukannya makin mudah memahami, alih-alih semakin bingung dan tidak fokus pada tujuan dan materi pembelajaran hingga tidak dapat memperoleh hasil pembelajaran yang diharapkan.
2.Berikan
apa kronologinya teknologi pendidikan,menjadi salah satu komponen yang sangat
dibutuhkan dalam meningkatkan kualitan pembelajaran?
Jawaban :
Tahapan perkembangan teknologi
pendidikan ini ditinjau dari perjalanan sejarah telah mengalami empat fase atau
tahap perubahan atau perkembangan, hal ini dilihat dari penyajian pendidikan
itu sendiri.
Pertama adalah takkala dalam masyarakat tumbuh
suatu profesi baru dalam dunia pendidikan yang disebut guru yang diberi
tanggung jawab untuk melaksanakan pendidikan mewakili orang tua. Dan guru
inilah yang pada mulanya menerapkan teknologi pendidikan dari perangkat
softwarenya yang pada masa ini masih tradisional dan sederhana. Dari peranan
guru ini sehingga peranan pendidikan bergeser dari pendidikan rumah menjadi
pendidikan sekolah secara formal.
Kedua atau pekembangan dimulai
dengan dipergunakannya bahasa tulisan di samping bahasa lisan dalam penyajian
pendidikan. Pada perkembangan ini teknologi pendidikan mulai menggunakan
perangkat hardwarenya meskipun masih sangat sederhana seperti alat tulis
Perkembangan yang ketiga terjadi dengan
ditemukanya teknik percetakan yang memungkinkan diperbanyaknya bahan-bahan
bacaan dalam bentuk buku-buku teks sebagai materi pendidikan, dan saat inilah
teknologi pendidikan mulai dipergunakan dari segi software beserta hardwarenya
semakin konkrit dan teratur.
Perkembangan yang keempat terjadi
dengan ditemukannya teknologi berikut produknya yang menghasilkan alat-alat
mekanis, optis maupun elektronis sehingga teknologi pendidikan sudah memakai
perangkat software dan hardware secara sempurna dan modern yang sesuai dengan
kemampuan pendidik sehingga proses pendidikan semakin maju pesat seiring dengan
perkembangan zaman. Tahapan perkembangan ini tidak memilh dari segi teknologi
pendidikan software atau dari perangkat yang lain tetapi sudah memadukannya
dengan sangat baik.
3.Menurut anda berbedakah media pembelajaran dengan
sumber belajar.Jika berbeda/tidak berbeda ,berikan argumentasi.
Jawaban:
Berbeda. ketika mengajar kita
memerlukan suatu alat atau media pembelajaran untuk mempermudah kita dalam
menyampaiakan materi pembelajaran ke peserta didik. selain memeprmudah, juga
bisa membuat peserta didik termotivasi untuk mengikuti pelajaran. media
pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat
merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat
mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik dan digunakan
dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas
pembelajaran sementara sumber belajar merupakan semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat
digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara
terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau
mencapai kompetensi tertentu
4.Menurut
anda apakah PSB perlu dibenahi secara maksimal?kalau perlu bagaimana cara
membenahinya?kalau tidak perlu mengapa?
Jawaban :
Pengelolaan sumber
belajar perlu dibenahi secara maksimal.
Dalam
pengelolaan sumber belajar di sekolah banyak sudah menerapkan, tetapi belum
dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini terjadi karena :
- kemampuan dan waktu yang dimiliki gur terbatasa
- belum adanya pelatihan yang mengarah sesuai dengan kebutuhan
- sumber belajar yang terbatas
- belum tersedia tenaga perpustakaan, karena pemerintah belum mengalokasikan dana ke arah tersebut
Cara yang bisa kita lakukan dengan
membuat membuat perencanaan pengelolaan sumber belajar agar nati ketika kita
mempunyai kesempatan tinggal menerapkan dengan cara yang baik.
Tahapan-tahapan perencanaan pengelolaan sumber belajar yaitu :
- inventarisasi sumber belajar
- pemanfaatannya dalam kegiatan KBM
- membuat petunjuk pelaksanaan
- membuat laporan yang lengkap
5.Buat
bagan struktur organisasi PSB dan berikan penjelasan tentang tugas dan
fungsi masing-masing bagian.
Jawaban :
Ketenagaan
PSB Tipe A
a.
seorang penanggungjawab PSB (kepala sekolah);
b.
seorang koordinator PSB;
c.
seorang tenaga administrasi;
d.
seorang ketua unit pelayanan dan pemeliharaan dibantu pengelola perpustakaan,
laboratorium, dan bengkel kerja sesuai kebutuhan sekolah ;
e.
seorang ketua unit pengembangan sistem dibantu beberapa tenaga yang memiliki
kompetensi di bidang desain pembelajaran, materi pelajaran, dan media;
f.
seorang Ketua Unit Pengembangan Media dibantu oleh beberapa tenaga yang
memiliki keahlian di bidang media cetak, audiovisual, audio, grafis, dan
multimedia.
Sarana
dan Prasarana PSB Berbasis Sekolah Tipe A
a.
Ruangan:
1)
Katalog/resepsionis;
2)
Pimpinan/koordinator;
3)
Sekretariat;
4)
Informasi;
5)
Pengembangan Pembelajaran (Instruksional);
6)
Pengembangan Media;
7)
Evaluasi Produk Media;
8)
Peminjaman dan Penyimpanan;
9)
Laboratorium;
10)
Laboratorium multimedia dan internet; ..
11)
Bengkel/Praktek (untuk SMK);
12)
Pelatihan;
13)
Perpustakaan;
14)
Presentasi Media Audiovisual.
b.
Peralatan Pendukung:
1)
Rak-rak buku;
2)
Lemari katalog;
3)
Meja dan kursi baca;
4)
Meja peminjaman;
5)
Meja pelayanan pengguna (front office);
6)
Meubeler berupa sofa; dan
7)
Meja dan kursi untuk petugas.
c.
Peralatan Media:
1)
Peralatan Produksi Media:
a)
Kamera foto;
b)
Kamera video;
c)
Video editing;
d)
Komputer animasi;
e)
Peralatan perekam audio; dan
f)
Peralatan produksi untuk media grafis.
2)
Peralatan Penyaji (hardware):
a)
TV Monitor;
b)
VCD/DVD Player;
c)
Radio Tape Recorder;
d)
OHP;
e)
LCD;
f)
Komputer; dan
g)
Proyektor Slide.
d.
Peralatan Laboratorium untuk Biologi, Fisika, Kimia, dan Bahasa.
e.
Peralatan Bengkel (untuk SMK):
1)
Bengkel bangunan;
2)
Bengkel elektronika;
3)
Bengkel listrik;
4)
Bengkel mesin; dan
5)
Bengkel otomotif.
f.
Bahan Ajar (Software)
a.
Media cetak (buku, jurnal, hasil penelitian, dll).
b.
Media non-cetak (audio, video, CD pembelajaran, CAI).
c.
Media realia model/tiruan, specimen.
Kamis, 09 Mei 2013
Rabu, 24 April 2013
ltp
IDENTITAS
BUKU Judul Buku : Belajar dan Pembelajaran 2 Pengarang : Sucianti, dkk Penerbit
: UNIVERSITAS TERBUKA, Jakarta Tahun Terbit : 2007 Jumlah Halaman : 218 Halaman
Dasar-dasar pengembangan kurikulum
yaitu : Asas filosofis, berkenaan dengan filsafat dan tujuan pendidikan Asas
psikologis, berkenaan dengan psikologi belajar dan psikologi anak Asas
sosiologis, berkenaan dengan keadaan sosial budaya masyarakat Asas organisator,
berkenaan dengan bentuk organisasi kurikulum. Prinsip-prinsip dalam
mengembangkan kurikulum anatara lain : Berorientasi pada tujuan, Kontinuitas,
Fleksibilitas, dan Integritas. Lima hal yang harus dilakukan guru dalam
mengembangkan kurikulum pada tingkat operasional adalah : Mengembangkan Tujuan
Instruksional Khusus atau Tujuan Pembelajaran khusus, Mengembangklan cara/alat
evaluasi, Merumuskan masalah, Menentukan bentuk kegiatan pembelajaran
Melaksanakan program
Pada dasarnya semua orang cerdas, tergantung
pada jenis intelegensi mana mereka mengasah kecerdasannya, karena semua orang
memiliki struktur otak yang sama. Setiap jenis intelegensi tidak berdirii
sendiri. Setiap jenis kecerdasan saling terkait satu sama lain. Kecerdasan
adalah sehimpunan kemampuan dan keterampilan. Kecerdasan dapat ditingkatkan
dengan cara belajar yang mengembangkan kemampuannya secara penuh.
Cara baru dalam melihat kecerdasan adalah
dengan mengidentifikasi pendekatan yang dilakukan dalam mempelajari
isi/materi/subjek pelajaran. Jika orang mampu menggunakan
intelegensi.kecerdasannya yang paling kuat maka mereka akan menemukan bahwa
belajar itu mudah dan menyenagkan. Orang yang seperti ini yang dikatakan
cerdas. Prinsip kerja otak sama edengan prinsip kerja otot. Semakin banyak
dilatih, semakin berkembang, semakin sedikit dilatih, semakin lemah
kemampuannya.
Dalam proses pembelajaran motivasi belajar
siswa dapat dianalogikan sebagai bahan bakar untuk menggerakan mesin. Motivasi
belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi
dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu kuat justru dapat berpengaruh negatif
terhadap keefektifan belajar siswa. Peran guru sangat penting untuk mengelola
motivasi belajar siswa dan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar
yang didasarkan pada pengenalan guru kepada siswa secar individual.
Berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi
dapat dijelaskan dengan menggunakan berbagai teori diantaranya : Maslow dengan
hierarki kebutuhannya, kebutuhan untuk berprestasi, teori atribusi dan model
ARCS. Berbagai faktor yang dijelaskan perlu dipahami dan dipertimbangkan dalam
merancang kegiatan pembelajaran. Usaha untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa memerlukan kondisi tertentu yang mengedepankan keterlibatan dan keaktifan
siswa dalam pembelajaran. Sejauh mungkin siswa perlu didorong untuk mampu
menata belajarnya sendiri. Disamping itu, keterlibatan orang tua dalam belajar
siswa perlu diusahakan, baik berupa perhatian dan bimbingan kepada anak di
rumah maupun partisipasi secara individual dan kolektif terhadap sekolah dan
sebagainya
Belajar
melalui pengalaman mengacu pada proses belajar yang melibatkan siswa secara
langsung dalam masalah atau materi yang sedang dipelajari. Berdasarkan konsep
belajar melalui pengalaman, segala aktivitas kehidupan yang dialami individu
merupakan sarana belajar yang dapat menciftakan ilmu pengetahuan.
Model “Action Research and Laboratory
Training” yang dikemukakan oleh Lewin mengemukakan bahwa belajar, perubahan,
dan pertumbuhan terjadi melalui penghayatam pengalaman sekarang-dan-di sini,
yang diikuti oleh pengumpulan data dan observasi terhadap pengalaman serta
analisis data. Hasil dari analisis data inilah yang digunakan untuk memperbaiki
pengetahuan dan memilih pengalaman baru. Piaget mengemukakan bahwa belajar
merupakan siklus interaksi antara individu dengan lingkungan dengan unsur pokok
terletak pada interaksi yang menguntungkan antara proses akomodasi konsep
terhadap pengalaman nyata dengan proses amilisasi pengalaman terhadap konsep yang
dimiliki.
Proses belajar melalui pengalaman
mencakup 4 modus belajar adaptif, yaitu pengalaman konkret, observasi
reflektif, koseptualisasi abstrak dan eksperimen aktif. Dalam keempat modus
belajar tersebut terdapat dua dimensi yang berbeda, yaitu penangkapan atau
pemahaman pengalaman dan pengubahan atau pengolahan pengalaman. Empat bentuk
pengetahuan yang dihasilkan dari keempat modus belajar dengan dua dimensi
tersebut adalah pengetahuan divergen, asimilatif, konvergen dan akomodatif.
Karakteristik belajar melalui pengalaman adalah sebagai berikut : Belajar lebih
dipersepsikan sebagai proses bukan hasil Belajar adalah suatu proses yang
berkesinambungan yang berpijak pada pengalaman, Proses belajar menuntut
penyelesaian antara modus-modus dasar untuk beradaptasi dengan lingkungan,
Belajar merupakan proses adaptasi terhadap dunia luar secara utuh Belajar
merupakan transaksi antara individu dengan lingkungan Belajar merupakan proses
menciftakan ilmu pengetahuan.
Keadaan
lingkungan fisik dan psiko-sosial sangat berpengaruh terhadap terciftanya
proses pembelajaran yang efektif. Lingkungan fisik kelas yang mempengaruhi
lancarnya pembelajaran adalah tatanan ruangan kelas dan isinya. Dalam menata
ruang kelas guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip keleluasaan pandangan,
kemudahan dalam mencapai, keluwesan, kenyamanan dan keindahan. Perilaku guru
yang dapat menunjang terciftanya hubungan antarsiswa yang baik di kelas antara
lain adalah disukai oleh siswa, memiliki persepsi yang realistik tentang
dirinya dan siswanya, akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa,
bersikap positif terhadap pertanyaan atau pendapat siswa, serta sabar, teguh
dan tegas.
Dalam kegiatan pembelajaran guru dituntut
untuk berperan sebagai pengajar dan sekaligus sebagai manajer. Kedua peran itu
saling berkaitan. Sebagai pengajar, guru dituntut untuk menciftakan kegiatan
pemebelajaran yang memungkinkan siswa mencapai tujuan pembeljaran secara
optimal. Untuk dapat melakukan perannya sebagai pengajar, guru harus : Memiliki
informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran, Mampu menyampaikan
informasi dengan tepat Mampu mengarahkan kegiatan pembelajaran Mampu menilai
keberhasilan pembelajaran Mampu membantu siswa mengatasi masalah yang
dihadapinya Mampu mengatur dan memonitor pelaksanaan pembelajaran
Sebagai manajer, guru dituntut untuk
menciftakan situasi kelas yang kondusif bagi pembelajaran sehingga siswa
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Agar siswa termotivasi untuk terlibat
aktif dalam kegiatan pembelajaran, guru hendaknya : Menunjukan sikap positif
terhadap siswa Memberikan tugas yang ermakna, menarik bagi siswa Menunjukan
semangat belajar Menerapkan disiplin secara fleksibel Memberikan kesempatan
kepada siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan kelonpok Memberikan kesempatan
kepada siswa untuk melakukan self-evaluation Memberikan balikan positif
terhadap hasil kerja siswa Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh
kebanggaan dari hasil kerjanya. Keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan guru dalam melakukan kedua peran
tersebut secara utuh.
Salah satu faktor yang mempengaruhi proses
belajar siswa yang dapat dimanipulasi guru adalah lingkungan belajar. Dengan
menata lingkungan belajar guru dapat menciftakan pembelajaran yang kondusif
sehingga siswa dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lingkungan belajar
yang bersih dan rapi akan membuat guru mengajar dengan tenang dan menyenangkan.
Hal ini juga berpengaruh terhadap proses belajar siswa, siswa akan belajar
dengan tenang dan nyaman.
Kegiatan remedial kegiatan untuk
membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.Tujuan
kegiatan remedial ialah membantu siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan
dalam kurikulum yang berlaku. Fungsi kegiatan remedial dalah : Memperbaiki cara
belajar siswa dan cara mengajar guru Meningkatkan pemahaman guru dan siswa
terhadap kelebihan dan kekurangan dirinya, Menyesuaikan pembelajaran dengan
karakteristik siswa Mempercepat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran,
Membantu mengatasi kesulitan siswa dalam aspek sosila-pribadi. Kegiatan
remedial dapat dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran biasa untuk membantu
sisws yang disuga akan mengalami kesulitan; setelah kegiatan pembeljaran biasa
untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar; atau selama
berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
Dalam melaksanakan kegiatan remedial guru
dapat menerapkan berbagai metode dan media sesuai dengan kesulitan yang
dihadapi dan tingkat kemampuan siswa serta menekankan pada segi kekuatan yang
dimiliki siswa. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial
adalah : Analisis hasil diagnosis kesulitan belajar Menemukan penyebab
kesulitan Menyusun rencana kegiatan remedial Melaksanakan kegiatan remedial
Menilai kegiatan remedial.
Kegiatan pengayaan adalah kegiatan yang
diberikan kepada siswa kelompok cepat agar mereka dapat mengembangkan
potensinya secara optimal dengan memanfaatkan sisa waktu yang dimilikinya.
Kegiatan pengayaan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk memperdalam penguasaan materi pelajaran yang berkaitan dengan tugas
belajar yang sedang dilaksanakan sehingga tercapai tingkat perkembangan yang
optimal. Tugas yang dapat diberikan guru pada siswa yang mengikuti kegiatan
pengayaan diantaranya adalah memberikan kesempatan menjadi tutor sebaya,
mengembangkan latihan praktis dari materi yang sedang dibahas, membuat hasil
karya, melakukan suatu proyek, membahas masalah. Dalam memilih dan melaksanakan
kegiatan pengayaan, guru harus memperhatikan : Faktor siswa, baik faktor minat
maupun faktor psikologis lainnya, Faktor manfaat edukatif, Faktor waktu
KEKUATAN ISI BUKU :
1.
Secara rinci menjelaskan urutan kegiatan
pembelajaran mulai dari pengembangan kurikulum samapai ke penilaian kegiatan
pembelajaranMenjelaskan cara-cara mengajar karena pada hakekatnya semua orang
memiliki kecerdasan ganda
2.
Secara jelas memuat adanyarangkaian
kegiatan pembelajarn serta pemberian motivasi
3.
Menjelaskan pencapaian pembelajaran yang
optimal dari peranan lingkungan dan guru.
4.
Memuat cara-cara perbaikan pembelajaran
Jika dibandingkan dengan buku Teori belajar dan
pembelajaran karangan Prof.Dr.Abdul Hamid K.M.Pd
Yaitu pada buku tersebut memuat banyak teori belajar
dan pembelajaran membagi secara umum anatara lain :
1.
Teori belajar behaviorisme
2.
Teori belajar kognitifisme
3.
Teori belajar humanistic
4.
Teori belajar sibernetik
Pada buku itu juga dijelaskan teori
pembelajaran,tori hirarki belajar,konsep dan stategi pembelajaran sampai pada
hasil pembelajaran.
KELEMAHAN BUKU
1.
Belajar
dan Pembelajaran (Sucianti, dkk)
·
Buku hanya kurang didukung dengan teori
dan langkah efektifitas pembelajaran
·
Tidak adanya perbedaan yang jelas antara
pengertian belajar dan pembelajaran
·
Dalam pebelajaran cenderung hanya memuat
kegiatan semata
2.
Teori belajar dan pembelajaran
(Prof.Dr.Abdul Hamid K.Mpd)
·
Spasi tulisan buku yang terlalu rapat
·
Isi buku yang terlalu meluas dankurang
focus
KESIMPULAN
:
Isi kedua buku sama-sama member penjelasan bagaimana
seorang guru dalam menjalani kegiatan pembelajaran. Dari kegiatan diagnosis kesulitan
belajar, guru akan menemukan siswa yang lambat dalam belajar dan siswa yang
cepat dalam belajar. Untuk membantu siswa yang lambat belajar, guru merancang
dan melaksanakan kegiatan remedial. Sedangkan bagi siswa yang cepat dalam
belajar, guru hendaknya merancang dan melaksanakan kegiatan pengayaan. Motivasi
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar.
Motivasi tidak saja berpengaruh terhadap hasil belajar, tetapi juga terhadap
proses belajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan terlihat
aktif dalam pembelajaran sehingga akan mencapai hasil belajar yang optimal.
Demikian pula siswa yang memiliki motivasi yang tinggi untuk terlibat dalam
proses belajar selanjutnya.
Langganan:
Komentar (Atom)